JEFF THE KILLER: VOW OF REVENGE PART 04 (FINAL) – ORIGINAL SERIES=puzyweld

Janet bak tersambar petir begitu menyadari kenyataan itu. Dr. Gunther adalah ibu Kate dan selama ini ialah yang merawatnya dengan semua keluhannya. Apakah selama ini ia menjerumuskannya? Apa ia juga yang membunuh teman-temannya satu demi satu?

Kristabelle; Janet tahu ia sudah meninggal. Ia tak pernah lagi menerima kabarnya sejak ia meninggalkan St. Xavier’s College.

Anne; ia menemukannya tewas tenggelam di air mancur setelah berseteru dengannya. Namun tubuhnya lenyap begitu Janet kembali memeriksanya dengan Michael.

Trisha; tubuhnya terguling-guling di dalam mesin cuci dengan semua tulangnya patah. Seorang wanita bertopeng berusaha menyerangnya pada saat yang sama. Seperti Anne, mayat Trisha juga lenyap begitu saja.

Emma, sahabat terakhirnya yang terbunuh. Janet menemukannya tertikam dengan golok di dalam kamarnya. Ia tadi memegang golok itu sehingga sidik jarinya menempel di sana, jadi satu-satunya cara untuk membersihkan namanya adalah dengan menemukan pelaku sebenarnya.

Dan pelakunya adalah Dr. Gunther?

Janet sulit mempercayai Dr. Gunther yang selama ini begitu lembut dan perhatian padanya adalah seorang pembunuh sadis. Namun mengingat apa yang telah dilakukan teman-teman Janet kepada putrinya, pasti ia ingin membalas dendam.

Sebuah benda lain menarik perhatiannya. Ada sebuah diari diletakkan di atas meja. Apa ini milik Dr. Gunther?

Perlahan gadis itu membukanya. Ia melihat tanggal dimana Dr. Gunther memulai sesi terapinya.

“Rencanaku mulai berhasil. Janet sama sekali tak tahu apa-apa. Semua teman-temannya sebentar lagi akan lenyap dari dunia ini.”

Dengan bergidik ia membuka lagi halaman lain, waktunya bertepatan dengan kematian pemuda bernama Logan itu.

“Aku terpaksa mendorongnya. Semula aku hanya ingin menakutinya agar ia tak lagi ikut campur. Namun aku tak menyangka tubuhnya akan tertancap di pagar. Aku sama sekali tak berniat membunuhnya. Namun akan sangat berbahaya bagi misiku apabila ia mengetahui kebenaran tentang Kate, putriku, dan menceritakannya pada Janet. Aku tak bisa membiarkannya ...”

Tiba-tiba pintu berdecit terbuka. Janet segera bersembunyi di bawah meja. Sosok bertopeng masuk ke dalam ruangan dengan langkah pelan.

Itu Jeff The Killer. Atau siapapun yang menyamar sebagai dia.

Ia pasti dalam keadaan lengah, pikir Janet. Ia merasa percaya diri. Pembunuh itu pasti tak mengira ia bersembunyi di sana.

Janet meraih ke atas meja, mencoba mencari sesuatu yang bisa ia pakai sebagai senjata. “Sempurna!” bisik Janet pada dirinya sendiri ketika ia menemukan sesuatu yang tajam: sebilah pisau pembuka surat.

Dengan satu serangan, Janet keluar dari belakang meja dan menusukkan pisau itu ke sosok bertopeng di depannya.

Ia tak sempat menghindar dan pisau itu langsung menancap di dadanya.

Janet menusukkan pisau itu lebih dalam sambil menutup matanya. Terdengar suara jeritan wanita dari balik topeng itu.

Janet akhirnya berhasil menjatuhkan wanita bertopeng itu. Setelah merasakannya tak bergerak lagi, ia membuka matanya dan memberanikan dirinya untuk membuka topeng itu.

Wajah Dr. Gunther membelalak dengan darah mengalir dari mulutnya. Ia tak lagi bernyawa.

Janet terduduk sambil menangis. Kini ia aman. Sang pembunuh telah tewas.

Tiba-tiba Michael masuk setelah mendengar jeritan dari dalam kamar itu. Dengan tatapan tak percaya, ia menatap Janet dan mayat Dr. Gunther dengan pisau tertancap di jantungnya.

“Apa yang kau lakukan!” seru Michael dengan panik.

Janet menatapnya dengan wajah sembab, “Kau ... kau juga terlibat dengan semua ini kan?”

“Apa yang kau lakukan, Kate? Kenapa kau membunuh ibumu sendiri!” seru Michael dengan nada marah bercampur kesedihan.

“Apa?” jerit Janet, “Apa maksudmu? Aku Janet! Bukan Kate!”

“Kau Kate! Semua ini ibumu lakukan sebagai terapi untuk membantumu! Untuk menyingkirkan semua teman-teman imajinasimu satu-persatu!”

Janet memegangi kepalanya dengan histeris, “Aku tak mengerti apapun yang kau katakan! Namaku Janet! Aku bukan Kate!”

“Dengarkan aku! Semua nama teman-temanmu sesuai dengan urutan dimana kau katakan mereka dibunuh: Krystabelle, Anne, Trisha, Emma, dan kau, Janet! Huruf pertama nama-nama mereka akan membentuk namamu sendiri KATE J! KATE JOHNSON! Mereka semua adalah kepribadian gandamu!”

Janet merasa seperti tersambar petir. Teman imajinasi? Kepribadian ganda? Maksudnya, mereka semua tak nyata?

“Kau menciptakan teman-teman imajinasimu itu karena kau kesepian. Sejak kecil kau tak punya teman dan selalu dibully, karena itu kau menciptakan mereka berlima. Kemudian segalanya bertambah buruk ketika insiden di pesta dansa SMA. Kau mengalamimental breakdowndan meminum semua pil milik ibumu. Kau berhasil selamat setelah koma beberapa bulan dan akibatnya, kau kehilangan berat badanmu dengan drastis. Pada malam dimana kau mencoba bunuh diri, kepribadianmu sebagai Kate juga ikut mati. Kau kembali sebagai Janet dan mulai mengalami kehidupan normal, namun semuanya berubah dalam satu malam ....”

Tiba-tiba ingatan kembali mengalir ke dalam otak Janet. Kejadian malam itu ...

Saat ia bertemu dengan Jeff The Killer pada malam Halloween.

Saat itu ia menjadi Krystabelle dan pulang dari asramanya di St. Xavier’s College untuk liburan. Ia bersama Jason, pacarmu, melewati kegelapan malam. Kemudian hal itu terjadi.

Mereka berpapasan dengan Jeff The Killer.

Jeff membunuh Jason, namun membiarkannya hidup. Entah mengapa.

Michael kembali menjelaskan, “Karena trauma dengan kejadian itu, otakmu berusaha menghapus pikiran itu. Semenjak kematian Jason, kau mengalami stress berat hingga harus dirawat di rumah sakit jiwa. Ya, tempat yang selama ini kau pikir sebagai kampusmu, St. Xavier’s College, adalah New Davenport Asylum, dimana ibumu bekerja sebagai kepala rumah sakit.”

“Namun kemudian ibumu menyadari bahwa kejadian itu juga membunuh salah satu kepribadianmu malam itu, Krystabelle. Ibumu hanya ingin kau menjadi Kate kembali dengan menyingkirkan semua teman-teman imajinasimu. Jadi ibumu melakukan terapi hipnotis ini dengan membuatmu berpikir Jeff The Killer membunuh semua teman imajinasimu satu-persatu. Ibumu juga menanamkan pikiran bahwa teman-temanmu yang telah menyebabkan Kate bunuh diri sehingga kau berpikir mereka pantas mati.”

Janet bergumam ngeri, “A ... aku tak pernah menemukan mayat mereka ... karena mereka tak pernah ada?”

“Ibumu berharap, kau akan kembali sebagai Kate setelah kau berhasil mengatasi mereka. Namun aku sama sekali tak menyangka kau benar-benar mengira ibumu adalah Jeff The Killer dan membunuhnya!”

“Ibu ...” Janet, atau Kate, akhirnya tersadar apa yang telah ia lakukan. Ia mengguncang-guncangkan tubuh ibunya yang berlumuran darah di lantai sambil menangis.

“Ibu ... maafkan aku! Aku ingat semuanya sekarang! IBUUUU!!!!”

“Kate, aku sangat menyesal!” Michael mendekatinya.

“Tidak! Aku bukan Kate! Kate sudah mati! Aku Janet!” jeritnya. “Kenapa? Kenapa ia tak membiarkanku mati saja malam itu? Kenapa Jeff The Killer membiarkanku hidup?”

Michael merasa tak tega memberitahunya, namun mungkin kini ia bisa melihatnya dengan jelas, setelah ia menyadari siapa dirinya.

“Karena ia ingin menjadikanmu pengantinnya, Kate. Kurasa ini pertama kali Jeff jatuh cinta ... dan ia ingin menjadikannya sama sepertinya.”

“Apa maksudmu?”

Michael mengambilkannya cermin dan menghadapnya ke arah wajah Kate.

“TIDAK!!! TIDAAAAAAAAK!!!”

#####

.

.

“Benar-benar tragis apa yang terjadi malam ini.” kata seorang opsir polisi ketika menanyai Michael atas kejadian pagi ini.

Dari kejauhan, Michael bisa melihat Kate dituntun masuk ke sebuah ambulans.

“Apa yang akan terjadi dengannya?”

“Ia akan dibawa ke rumah sakit jiwa di pusat kota.” jawab polisi itu dengan iba.

“Ini bukanlah kesalahannya. Ia hanyalah korban.”

“Ya, korban dari eksperimen Dr. Melissa Gunther, ibunya. Ia memang dikenal sebagai psikiater yang kerap menggunakan cara2 kontroversial untuk merawat pasiennya.”

“Bukan,” kata Michael dengan tegas, “Ini semua adalah kesalahan Jeff The Killer!”

“Jeff The Killer? Anda berkata seolah anda memiliki dendam pribadi dengannya.”

Michael menatap polisi itu, “Jeff telah membunuh orang tua saya dan berusaha membunuh saya.”

Ia menghela napas sejenak sebelum mengungkapkan identitas aslinya.

“Saya Michael Liu, adik dari Jeff The Killer.”

EPILOG

Kate masih terduduk di dalam ruangannya. Jaket pengikat putih telah mengungkung kedua tangannya hingga ia tak bisa menggerakkannya.

Kenapa mereka melakukan ini? Bukan ia yang berbahaya! Ada pembunuh yang lebih berbahaya masih berkeliaran di luar sana.

Kate merasa ini semua tak adil.

Ia bukan Kate, sahutnya dalam hati. Kate adalah pengecut. Ia takkan bisa menghadapi Jeff The Killer.

Ia takkan pernah bisa membalas dendam jika ia kembali menjadi dirinya.

Begitu pula teman-temannya yang lain. Kristabelle yang kaya, Anne yang cantik, Trisha yang atletik, serta Emma yang cerdas. Mereka semuanya lemah.

Sudah terbukti bahwa Janet yang paling tangguh.

Karena itu ia akan tetap menjadi dirinya.

Mulutnya tersenyum dengan lebar. Wajahnya cantik ... jauh lebih cantik ketimbang sebelumnya. Ketika Michael menunjukkannya pertama kali, ia sangat terkejut dan ketakutan. Mulutnya telah sobek ke samping dan matanya membelalak, sama seperti Jeff.

Ia telah merusak wajahnya.

Ia telah membuat wajahnya sama sepertinya.

“Hahaha ...” Janet tertawa histeris. Ia bahagia sekarang. Hanya orang seperti Jeff yang bisa mengalahkannya.

Dan kini ia tak berbeda jauh dengan Jeff.

Kini ia bisa memburu dan membunuhnya.

Janet ... tidak, nama itu tak berima dengan Jeff.

Jane.

Ya, itu lebih cocok.

Jane The Killer.

THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar